MANDUTA – Kreativitas peserta didik MAN 2 Tulungagung kembali mendapat apresiasi di tingkat nasional. Dalam ajang EXTRANAS VIII 2026 (Expo dan Rapat Kerja Nasional Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dan MAKN) yang digelar di Lamongan, tim expo MAN 2 Tulungagung berhasil meraih juara kategori Instagramable. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran keterampilan di madrasah tidak berhenti pada proses belajar di dalam kelas, tetapi mampu melahirkan karya yang menarik, bernilai, dan mendapat perhatian masyarakat.
EXTRANAS VIII 2026 merupakan agenda nasional yang mempertemukan Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dan MAKN dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di MAN 1 Lamongan dan Sport Center Lamongan pada 10–13 September 2026. Khusus rangkaian expo, Sport Center Lamongan menjadi ruang bagi madrasah untuk memperkenalkan berbagai produk, inovasi, keterampilan, dan karya unggulan peserta didik. Kegiatan tersebut mengusung tema “Berdaya Saing Global, Berkarakter Lokal”, sejalan dengan semangat madrasah untuk mengembangkan keterampilan siswa tanpa meninggalkan identitas dan budaya daerah. Kegiatan nasional ini diikuti lembaga pendidikan dari 19 provinsi dengan jumlah peserta mencapai 1000 orang.
Dalam ajang tersebut, MAN 2 Tulungagung hadir dengan membawa konsep stand expo yang memadukan nuansa tradisional dengan sentuhan modern. Konsep tersebut tidak hanya menjadi bagian dari dekorasi, tetapi juga menjadi cara untuk menunjukkan bagaimana kreativitas siswa dapat dikembangkan dengan tetap mengangkat identitas lokal. Penataan stand dibuat agar pengunjung tidak sekadar melihat produk yang dipamerkan, tetapi juga tertarik untuk berhenti, berinteraksi, mengambil gambar, dan mengenal lebih dekat karya-karya yang dihasilkan peserta didik.
Tim expo MAN 2 Tulungagung yang berada di bawah koordinasi langsung Waka Humas dan Waka Kesiswaan menyiapkan berbagai karya hasil pembelajaran keterampilan siswa untuk ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Sejumlah karya yang dipamerkan antara lain desain batik, sablon gelas, sablon tumbler, hingga teknologi virtual reality (VR) yang dikembangkan oleh siswa ANTARIKSA. Kehadiran berbagai produk tersebut membuat stand MAN 2 Tulungagung memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang ke area expo.

Salah satu daya tarik yang mendapat perhatian adalah karya video VR hasil kreativitas murid-murid ANTARIKSA. Teknologi tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung karena memungkinkan mereka menikmati sajian visual secara lebih interaktif. Kehadiran VR sekaligus memperlihatkan bahwa keterampilan siswa di MAN Tulungagung berkembang mengikuti kemajuan teknologi, sementara karya desain batik dan produk sablon tetap menjadi bagian dari kekayaan kreativitas yang dekat dengan kehidupan dan budaya masyarakat.
Perpaduan antara karya tradisional, produk kreatif, dan teknologi digital tersebut kemudian menjadi kekuatan tersendiri bagi stand MAN 2 Tulungagung. Pengunjung tidak hanya disuguhi hasil karya, tetapi juga dapat melihat gambaran proses pembelajaran keterampilan yang diterapkan di madrasah. Dari desain batik hingga video VR, setiap karya menunjukkan adanya ruang bagi siswa untuk bereksperimen, menuangkan ide, mengasah keterampilan, sekaligus belajar menyajikan hasil kerja agar dapat diapresiasi oleh orang lain.
Ajang EXTRANAS sendiri memang dirancang sebagai ruang untuk menampilkan potensi, inovasi, dan keterampilan madrasah. Kegiatan ini juga menjadi wadah bertemunya berbagai madrasah untuk bertukar pengalaman dan praktik baik dalam pengembangan pendidikan keterampilan. Kementerian Agama menyebut EXTRANAS sebagai momentum untuk memperkuat kreativitas, inovasi, jejaring, serta kesiapan peserta didik menghadapi tantangan masa depan.
Kepala MAN 2 Tulungagung, Muhamad Dopir, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. “Prestasi ini merupakan hasil dari kerja bersama antara siswa, guru, pembina, dan seluruh tim yang telah mempersiapkan expo dengan sungguh-sungguh. Yang paling penting bukan hanya penghargaan yang diperoleh, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman untuk berani berkarya, menampilkan hasil belajarnya, berkomunikasi dengan masyarakat, serta membawa nama baik MAN 2 Tulungagung di tingkat nasional. Semoga capaian ini menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan keterampilan dan kreativitas siswa,” ungkapnya.

Bagi MAN 2 Tulungagung, penghargaan kategori Instagramable dalam EXTRANAS 2026 menjadi bagian dari perjalanan panjang madrasah dalam memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang melalui pengalaman nyata. Karya yang dipamerkan bukan sekadar benda yang ditempatkan di sebuah stand, melainkan hasil dari proses belajar, latihan, keberanian mencoba, kerja sama, dan ketekunan siswa. Pengalaman tampil di hadapan pengunjung dari berbagai daerah juga memberikan pelajaran penting bahwa karya yang lahir dari madrasah mampu hadir dan mendapatkan apresiasi di panggung nasional.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat semangat pengembangan keterampilan yang terus didorong dalam ekosistem pendidikan madrasah. Dukungan dan perhatian dari Kemenag Tulungagung serta Kemenag Jawa Timur terhadap pengembangan potensi peserta didik menjadi bagian penting dalam membangun madrasah yang tidak hanya kuat dalam bidang akademik, tetapi juga mampu melahirkan generasi kreatif, terampil, mandiri, dan siap menghadapi perubahan zaman.
Prestasi di Lamongan ini diharapkan tidak menjadi titik akhir, tetapi menjadi pijakan bagi siswa MAN 2 Tulungagung untuk terus berani menghasilkan karya baru. Setiap ide yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh dapat menjadi pengalaman berharga, dan setiap kesempatan untuk tampil adalah ruang untuk belajar menjadi lebih percaya diri. Terus berkarya, terus mencoba, dan jangan takut menunjukkan kemampuan terbaik. Dari madrasah, karya siswa MAN 2 Tulungagung melangkah lebih jauh untuk menginspirasi dan membawa nama baik madrasah di tingkat nasional.


Komentar Terbaru